Feeds:
Pos
Komentar

Do`a

Bismillahirrohmanirrohiim…
Allohuma Sholi `Alaa Muhammad wa`ala alihi washobihi wasaliim.
Laa Hawla Walaa Quwata Ila Bilahil Aliyil Adhiim..

Banyak sudah jalan yang aku lalui dengan ke EGO anku
Banyak sudah waktu yang aku lalui dengan nafsuku yang merasa bisa,
Tuhan… betapa bodohnya dan hinanya diri ini
Tuhan… kubersimpuh dihadapanMU yang Maha Suci mohon ampun

Tuhan… sekarang saatnya
kukembalikan apa yang dulu telah kuambil
kukembalikan apa yang dulu telah kupakai
kukembalikan apa yang dulu telah kurasa

Tuhan… sebenarnya hamba malu
Malu akan ke EGO an karena telah menuruti nafsu
Tuhan… sebenarnya hamba takut
Takut kelancangan hamba yang telah menggunakan hak-hakMU Yang Agung

Tuhan… ampuni hamba karena lancangku
Tuhan… ampuni hamba karena durhakaku
Tuhan… ampuni hamba karena merasa bisaku
Tuhan… ampuni hamba karena telah melupakanMU

Tuhan… Engkaulah yang memilki jasad ini
Tuhan… Engkaulah yang memilki yang nafas ini
Tuhan… Engkaulah yang memilki jiwa/rasa/hati ini
Tuhan… Engkaulah yang memilki segala perbuatanku ini

Tuhan… kini semuanya kukembalikan kepadamu dengan kasih sayangMU
Hamba yang tiada daya dan upaya ini
Menyerah dan pasrah kepada HidratMu
Tuhan… terserah Engkau apa yang akan Engkau perbuat terhadap hambaMU ini
Tuhan… hamba berserah diri jiwa dan raga menunggu KepastianMU, Yaa Robbi…

Tiada gerakku melainkan kehendakMU
Tiada inginku melainkan kehendakMU
Tiada tergerak hasrat hatiku melainkan kehendakMU
Tiada daya dan upayaku melainkan kehendakMU

Laa Hawla Walaa Quwata Ila Bilahil Aliyil Adhiim..

Pesan Sang Mursyid

Sheikh Muslihuddin Sa’di bertutur: Aku tidak mampu mengucapkan terima kasih kepada Sahabatku Karena aku tidak tahu kata pujian yang pantas untuk-Nya Setiap rambut di tubuhku adalah pemberian dari-Nya Bagaimana caranya aku berterimakasih untuk setiap rambut yang dianugerahkan oleh-Nya? Puji bagi Tuhan Sang Pemberi Yang menciptakan manusia dari ketiadaan Siapakah yang mampu menggambarkan kemurahan-Nya? Karena pujian untuk-Nya terbenam dalam keagungan-Nya Sang Pencipta menciptakan seorang manusia dari tanah liat Lalu meniupkan ruh, kebijaksanaan, akal dan hati Sejak masa kanak-kanak hingga batas usia senja Lihatlah bahwa Dia memberimu rezki, dari jalan yang tidak disangka-sangka! Ketika Tuhan menciptakanmu dalam keadaan suci, maka tetaplah suci Karena sungguh merupakan azab jika engkau pergi ke tanah kubur dalam keadaan bernoda Senantiasalah engkau bersihkan debu sifat kotor dari cermin hati Karena ia tidak akan mengkilap saat kerusakan melahap Bukankah pada awalnya engkau adalah air dari benih manusia? Jika engkau manusia, usirlah kesombongan dari kepalamu Saat engkau berupaya mencari arti kehidupan Janganlah percaya pada kekuatan tanganmu sendiri Wahai penyembah diri! Mengapa engkau tidak memandang Tuhan Yang memberikan kekuatan pada lengan? Ketika dengan usahamu itu sesuatu terjadi Ketahuilah, sesungguhnya semua itu terjadi karena kehendak Tuhan Bukan oleh upayamu sendiri Tak seorang pun yang memiliki daya dan kekuatan Maka panjatkanlah puji kepada Tuhan Yang Maha Agung Engkau tidak akan mampu berdiri dengan kekuatanmu sendiri Di tempat yang tersembunyi, pertolongan datang seketika Wahai tuan! Engkau juga adalah seorang anak kecil di jalan Tuhan Karena kebencian, engkau menjadi lupa pada dosa Seorang lelaki memalingkan kepala dari ibunya Hati si ibu yang sedih menyala seperti api Ketika dia menjadi tak berdaya karena kesedihannya, Dia membawa sebuah buaian ke hadapan lelaki muda itu Ia berkata, “Wahai orang yang lemah dalam cinta dan lupa akan masa kecil! Bukankah dulu saat kecil engkau menangis tak berdaya Saat malam hari, aku tetap terjaga karena tangismu Tidak, saat engkau berada dalam buaian ini, engkau tidak memiliki kekuatan seperti sekarang Bahkan engkau tak memiliki kekuatan untuk mengusir seekor lalat dari dirimu sendiri Engkau selalu merasa kesal dengan lalat Hari ini menjadi seorang pemimpin dan sangat berkuasa Suatu saat engkau akan kembali dalam keadaan seperti itu, di dasar kuburan Ketika engkau tak mampu untuk mengusir seekor semut pun dari tubuhmu Sekali lagi bagaimana mungkin mata dapat memancarkan cahaya Ketika cacing kuburan melahap otaknya? Engkau seperti orang buta yang tidak melihat jalan Dan tidak tahu jika ada sumur di jalan itu Engkau adalah seorang yang diberi penglihatan, jika engkau benar-benar bersyukur Namun jika tidak, maka engkau adalah orang buta Guru tidak memberikan padamu pengetahuan dan kebijaksanaan Tuhan menciptakan sifat-sifat ini dalam dirimu Jika Dia tidak memberimu hati yang mendengarkan kebenaran Maka kebenaran akan tampak di matamu sebagai inti kebohongan Lihatlah satu jarimu yang memiliki sekian banyak tulang sendi Tuhan, dengan penciptaan-Nya telah menjadikan satu Maka adalah kegilaan dan kedunguan Ketika engkau menempatkan jarimu di atas firman-Nya (mencoba untuk mengingkari kehendak-Nya) Perhatikanlah, Dia menyusun otot-otot dan membuat persendian dari sekian banyak tulang Untuk menciptakan gerakan Karena tanpa putaran pergelangan lutut dan kaki Tidaklah mungkin menggerakkan kaki dari tempatnya Karenanya, manusia tidak sulit untuk bersujud Tulang sendi pada tulang punggung tidak terdiri dari satu bagian Tuhan telah menata dua ratus tulang sendi yang berhubungan satu sama lain Dia telah menyempurnakan mahluk sepertimu Maha Besar Tuhan! Ia menciptakan tulang sendi dari tanah liat Wahai mahluk yang sempurna! Pembuluh-pembuluh darah dalam tubuhmu Laksana suatu daratan yang di dalamnya terdapat tiga ratus enam puluh aliran sungai Dalam penglihatan mata kepala, dalam pikiran, keputusan, dan kebijaksanaanmu Tangan dan kaki adalah untuk hati, dan hati untuk kebijaksanaan Hewan-hewan dengan bentuk yang tidak sempurna, adalah mahluk yang rendah Engkau seperti Alif, tegak berdiri di atas kakimu Hewan-hewan, kepalanya merendah ketika hendak makan Sedang engkau, dikaruniai tangan untuk membawa makanan ke mulutmu Tidak pantas bagimu merendahkan kepala pada siapapun Kecuali dalam ketaatan kepada Tuhan Dengan keindahaan-Nya, Tuhan memberimu pengetahuan. Lihatlah! Dia tidak menciptakan dirimu seperti hewan, dengan kepala di rumput Tapi dalam keadaan sempurna Janganlah engkau menjadi terlena, ambillah jalan hidup yang baik Jalan lurus itu lebih utama, bukan sosok yang tegap Karena orang kafir sama seperti kita dalam bentuk lahiriah Tuhanlah yang memberimu mata, mulut dan telinga Jika engkau orang bijak maka janganlah menentang-Nya Kuakui bahwa engkau dapat mengalahkan musuh dengan kekuatan Namun jangan sampai engkau berperang dengan Sang Kekasih (Tuhan), walau karena kebodohanmu Orang yang memiliki sifat bijaksana dan ihklas dalam melaksanakan kewajiban Akan memperoleh pertolongan Tuhan dengan rasa syukur Tuhan memberikan lidah untuk bersyukur dan mengucapkan pujian Orang yang bersyukur tak akan menggunakan lidah untuk memfitnah Telinga adalah indera penting untuk mendengarkan Al-Quran dan nasehat Maka janganlah engkau mendengarkan fitnah dan kebohongan Manusia dianugerahi dua mata untuk melihat (keagungan) ciptaan Tuhan Maka tundukkanlah matamu dari aib saudara dan sahabatmu Untukmu diciptakan bulan yang bersinar di malam hari Dan Matahari yang gilang-gemilang di waktu siang Untuk kepentinganmu, angin barat yang bagaikan pengurus rumah tangga raja Bekerja tak henti-hentinya agar terbentang hamparan keindahan musim semi Jika angin, salju, awan, dan hujan Juga guntur yang menggelegar, serta halilintar yang bagaikan pedang Semuanya adalah para pekerja dan pembawa titah Tuhan Mereka merawat benih yang engkau tanam di dalam tahah Jika engkau merasa haus, janganlah mengeluh Karena si pembawa air akan membawakan awan berisi air di punggungnya Dari tanah Dia ciptakan warna, wewangian, dan makanan Hiburan bagi mata, otak dan langit-langit mulut Dia mengeluarkan madu dari lebah, dan makanan surga dari langit Dia memberimu buah kurma muda dari pohon, dan pohon dari benih Semua tukang kebun (manusia) mengolah kerja tangan itu (kekuasaan Tuhan) Dengan takjub mereka berkata, “Tak seorang pun dapat menciptakan pohon kurma!” Matahari, bulan dan bintang, semuanya untukmu Mereka adalah cahaya di langit-langit rumahmu Dia membawakan untukmu sekuntum bunga mawar di antara duri-duri Emas dari tambang, dan daun hijau dari dahan kering Dia melukiskan mata dan alis, dengan tangan-Nya sendiri Karena tidak ada yang dapat membuat semua itu selain diri-Nya Dia sangat kuat dan menyayangi yang lemah Merawatmu dengan kemurahan-Nya Pantaslah untuk memanjatkan pujian sepenuh jiwa, setiap detik dan setiap desah nafas Syukur kepada-Nya bukanlah semata-mata diucapkan di lidah Oh Tuhan! Hatiku berdarah, dan mataku terluka Saat kulihat karunia-Mu lebih besar dari rasa syukurku ****** Wahai sheikh, sungguh kata-katamu begitu menghujam ke dalam relung jiwa kami. Semoga cinta dan kasih sayang Allah selalu menyertaimu. amin ********* :: Sheikh Muslihuddin Sa’di adalah seorang penyair sufi kelahiran Shiraz, Persia (1200-1291M) yang menulis literatur klasik berjudul Bustan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh para penyair barat berjudul “The Orchard” dan buku lainnya Gulistan “The Rose Garden”. Karyanya mengandung ajaran-ajaran dan kisah-kisah cinta, agama, kebijaksanaan, anekdot-anekdot dan aspek kehidupan lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.